TEORI
KOMUNIKASI YANG SESUAI DENGAN TEORI OBJEKTIF
Uncertainty
Reduction Theory
Standar
Ilmiah 1 : Prediksi Kejadian Masa Depan
Teori objektif yang
baik memprediksi apa yang akan terjadi. Dalam teori Uncertainty Reduction
terdapat axioma. Axioma sendiri berarti kebenaran diri
yang sudah terbukti dan tidak membutuhkan bukti tambahan. Axioma
disini berfungsi untuk memprediksi baik/tidak baiknya suatu hubungan, Dalam
axioma terdapat 8 pemahaman yang akan saling berkaitan jika dipasangkan dua per
dua, yang berfungsi memprediksi apakah suatu hubungan nantinya akan berjalan
baik atau tidak.
Contohnya jika Axiom
6 Kesamaan (banyaknya kesamaan di antara seseorang dengan orang lain akan
mengurangi ketidakpastian, sedangkan ketidaksamaan akan meningkatkan ketidakpastian)
dan Axiom 7 Kesukaan (jika terdapat kesukaan pada hal yang sama akan mengurangi
ketidak pastian) dipasangkan maka akan menghasilkan teorema 21 yang
memprediksikan suatu hubungan akan bersifat positif / baik. Karena terdapatnya
kesamaan akan mengurangi ketidakpastian, dan berkurang nya ketidakpastian akan
meningkatkan kesukaan, jadi kesamaan dan kesukan saling berhubungan baik.
Standar
Ilmiah 2 : Penjelasan Data
Teori obyektif yang
baik menjelaskan suatu kejadian atau perilaku manusia. Teori ilmu sosial yang
baik menjelaskan prosesnya, memfokuskan perhatian kita pada hal-hal yang
penting, dan membantu kita mengabaikan apa yang membuat sedikit perbedaan.
Teori Uncertainty
Reductio memfokuskan teorinya pada bagaimana cara manusia menggunakan
komunikasi untuk menambah pengetauan dan membentuk pemahaman. Teori ini
menjelaskan bagaimana asumsi seseorang yang belum
kenalsebelumnya bertemu, perhatian utama mereka adalah pengurangan
ketidakpastian atau berprediksi tentang perilaku mereka dan orang lain yang sedang
berinteraksi dengan mereka.
Dalam teori ini bisa
dikatakan objektif karena menjelaskan secara menyuluruh
mengenai uncertainty reduction. Hal ini bisa dilihat di sub bab Uncertainty
Reduction: To Predict and Explain yang menjelaskan mengapa serta kapan
ketidakpastian terjadi dan dari sub bab Messege Plans To Cope With
Uncertain Responses yang menjelaskan bagaimana cara individu mengurangi
ketidakpastian itu.
Standar
Ilmiah 3 : Relatif Kesederhanaan
Teori objektif yang
baik dijelaskan sesederhana mungkin, tidak lebih rumit daripada
seharusnya. Menurut saya teori Uncertainty Reduction sangat bersifat
sederhana Karena jika kita sudah paham mengenai axioma dan teoremanya, akan
sangat mudah untuk di aplikasikan di kehidupan sehari-hari.
Standar
Ilmiah 4 : Hipotesis yang Dapat Diuji
Teori obyektif yang
baik bisa diuji. Jika prediksi salah, harus ada cara untuk mendemonstrasikan
kesalahan. Dalam teoriUncertainty Reduction terdapat axioma dan
teoremanya, yang akan menghasilkan sebuah kesimpulan jika dipasangkan dua per
dua. Kesimpulan ini yang digunakan untuk diuji, apakah hasil kesimpulan dari
axioma yang dipasangkan ini benar-benar terjadi di kehidupan sehari-hari.
Contohnya seperti yang
sudah di jelaskan di point kedua Prediksi Kejadian Masa Depan. Jika Axiom 6
Kesamaan (banyaknya kesamaan di antara seseorang dengan orang lain akan
mengurangi ketidakpastian, sedangkan ketidaksamaan akan meningkatkan
ketidakpastian) dan Axiom 7 Kesukaan (jika terdapat kesukaan pada hal yang sama
akan mengurangi ketidak pastian) dipasangkan maka akan menghasilkan teorema 21
yang memprediksikan suatu hubungan akan bersifat positif/baik. Karena
terdapatnya kesamaan akan mengurangi ketidakpastian, dan berkurang nya
ketidakpastian akan meningkatkan kesukaan, jadi kesamaan dan kesukan akan
saling berhubungan baik. Hasil kesimpulannya ini yang dapat digunakan untuk
diuji di kehidupan sehari-hari.
Standar
Ilmiah 5 : Kegunaan Praktis
Teori obyektif
yang baik adalah yang berguna untuk kehidupan sehari-hari. Karena tujuan
ilmu sosial adalah untuk membantu orang-orang memiliki kontrol lebih besar atas
kehidupan sehari-hari mereka. Jika kita sudah paham, teori ini dapat
digunakan dikehidupan sehari-hari. Misalkan dalam konteks jika kita bertemu
dengan orang baru yang belum pernah kita temui sebelumnya, kita kan mengerti
mengapa rasa ketidakpastian terjadi, dengan axioma kita dapat memprediksi
bagaimana berlangsungnya hubungan, dan kita juga akan mengerti bagaimana cara
mengurangi rasa ketidakpastian.
Standar
Ilmiah 6: Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif
adalah penelitian untuk membuktikan teori/ kebenaran, membangun
fakta, menunjukkan hubungan antar variabel, memberikan deskripsi statistik,
menaksir dan meramalkan hasilnya dengan prosedur penelitian yang
sistematis, dan dianalisis dengan prosedur statistik. Dalam teori
ini membahas mengenai cara mengurangi ketidakpastian menggunakan skala teorema
aksioma. Dengan menggunakan skala aksioma dan teorema ini tingkat
ketidakpastian dapat terhitung dan terukur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar