Participatory Media


INTRODUCTION:FROM MASS COMMUNICATION TO CONVERGENT SOCIAL MEDIA
Budaya yang partisipatif selalu menjadi salah satu dari janji besar di media baru. Ruang yang lebih partisipatif yaitu myncil dari perbedaan structural media baru yang jelas dari bentuk komunikasi di massa yang dimana menjadi model dominan di dalam masyarakat abad ke-20. Klaim terhadap media social konvergen di kaitkan dengan budaya media yang lebih partisipatif yang berpotensi lebih demokratis yaitu objek debat yang sangat hidup di dalam dunia media, komunikasi dan studi budaya.
Konsep media massa muncul pada awal pertengahan abad 20, berhubungan dengan kemunculan studi komunikasi. Menurut Harold, komunikasi adalah tentang:
·         Who (pengirim pesan)
·         Says what (pesan)
·         In which channel (media)
·         To whom (penerima pesan) 
·         With what effect? (hasil)
Studi tentang komunikasi massa dengan komunikasi luas masyarakat, yang berbeda dengan komunikasi antar pribadi, dan dengan praktik industry skala besar dari produksi dan distribusi media. Jhon Thompson dan denis mcquail telah mengidentifikasi beberapa kunci dari komunikasi massa yang mendominasi abad ke-20 termasuk, Pengguanaan teknologi media yang menggunakan produksi skala besar dan distribusi yang berkurangkonten informasi dan simbolis agar audience terbesar mungkin. Pada awal gilirannya, fitur fitur social yang  konvergen. Yang seperti pada di abad ke – 21. seperti : hambatan yang berukurang secara drmatis, karena jatuhnya biaya teknologi digital dengan dikombinasikan menggunakan platform 2.0 mudah di gunakan memungkinkan akses lebih besar dari alat produksi media.
paradigma komunikasi massa abad kedua puluh dan paradigma media sosial konvergen dua puluh satu sebagai tipe ideal, kita dapat memetakan pergeseran ini di lingkungan media dengan cara berikut, Kastel Manuel menggambarkan pergeseran dari komunikasi massa ke komunikasi massa secara massal, berbasis di sekitar jaringan horisontal komunikasi interaktif yang menghubungkan lokal dan global dalam waktu yang dipilih.
PARTICIPATORY MEDIA
Konsep media partisipatif biasanya memiliki dua elemen yang berbeda. Pertama, ada bentuk-bentuk media yang secara beragam disebut radikal, komunitas atau alternatif yang secara sadar struktur menjadi berbeda dengan media arus utama. Kedua, ada literatur kajian budaya media tentang pengembangan budaya partisipatif di sekitar media arus utama, seperti yang terlihat, misalnya, dalam studi tentang budaya penggemar dan khalayak aktif. Para ahli mengidentifikasi dimensi participatory internet dan sosial media sebagai penyedia tempat yang bisa untuk alternatif dan komunitas berdasarkan media. Cara lain untuk memahami media parcipatory adalah dengan studi kebudayaan dan tradisi dari teori audiens yang aktif.
PRO-AMS, MAKING CULTURES AND EVERYDAY CREATIVITY
mengidentifikasi 3 kecenderungan yang saling berhubungan:
1.      Flattened hierarchies antara konten produser dan konseumen dari usia many-to-many komunikasi media.
2.      New opportunities for participation, dan meningkatkan kekuatan untuk saling terhubung dengan orang lain yang memiliki minat yang sama.
3.      Network amplification, dimana jaringan sosial…memungkinkan lebih luas, lebih cepat, dan biaya yang lebih sedikit untuk koordinasi aktivitas.
Para ahli mengidentifikasi kemunculan dari pro-ams atau amatir yang bekerja untuk standar professional sebagai pembentuk sesuatu yang baru, mendistribusikan model organisasi yang inovatif, adaptif dan sedikit kerugian. Pastinya memungkinkan jaringan digital dan teknologi media baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar