Dramatism of Kenneth Burke
IDENTIFICATION:
WITHOUT IT, THERE IS NO PERSUASION
Burke berargumen
bahwa ketika terdapat ketumpangtindihan antara dua orang dalam hal substansi
mereka, mereka mempunyai identifikas. Semakin besar ketumpangtindihan yang
terjadi, maka semakin besar identifikasi yang terjadi. Kebalikannya juga,
semakin kecil tingkat ketumpangtindihan individu, makin besar pemisahan. Burke
mengindikasikan bahwa retorika dibutuhkan untuk menjembatani pemisahan dan
membangun kesatuan. Burke merujuk proses ini sebagai konsubstansiasi, ketika
permohonan dibuat untuk meningkatkan ketumpangtindihan antara orang, atau
meningkatkan identifikasi mereka satu sama lain.
THE DRAMATISTIC
PENTAD
Pentad drama adala alat untuk menganalisis
bagaimana seorang pembicara mencoba untuk
mendapatkan pandangan audiens untuk menerima pandangannya tentang
realitas dengan menggunakan lima elemen kunci dari drama manusia, yaitu: act,
scene, agen, agensi, dan tujuan.
Dalam sebuah pidato, menurutt Burke yang perlu
diperhatikan adalah penggunaan kata-kata dalam pidato tersebut,
yaitu :
a. God-Term: Kata-kata yang digunakan pembicara
untuk menunjukan sesuatu hal yang mengandung kebaikan atau hal positif
kepada audiens.
b. Devil-Term:kata-kata yang digunakan pembicara
yang mengandung hal yang jahat, buruk atau salah.
Selain mengembangkan teori dramatisme,
Burke menciptakan suatu metode untuk menerapkan teorinya terhadap sebuah
pemahaman aktifitas simbolik. Metode tersebut adalah pentad, metode untuk
menerapkan dramatisme. Hal-hal ini yang diperhatikan untuk menganalisis teks
simbolik, yaitu:
1.
Tindakan, sesuatu yang dilakukan oleh seseorang.
2.
Adegan, konteks yang melingkupi
tindakan.
3.
Agen, orang yang melakukan tindakan.
4.
Agensi, cara-cara yang digunakan untuk melakukan tindakan.
5.
Tujuan, hasil akhir yang dimiliki agen dari suatu tindakan.
6.
Sikap, cara dimana agen memosisikan diri relative terhadap elemen lain.
Kita
menggunakan pentad untuk menganalisis sebuah interaksi simbolik, penganalisis
pertama-tama menentukan sebuah elemen dari pentad dan mengidentifikasi apa yang
terjadi dalam suatu tindakan tertentu. Setelah memberikan label pada poin-poin
dari pentad dan menjelaskannya secara menyeluruh, analisis kemudian mempelajari
rasio dramatistik, proporsi dari satu elemen pentad dibandingkan dengan elemen
lainnya.
GUILT
– REDEMPTION CYCLE: ROOT OF ALL RHETORIC
Guilt atau
rasa bersalah adalah istilah untuk menutupi segala jenis ketegangan,
kegelisahan, rasa malu, jijik dan perasaan tidak nyaman lain terkait dengan
kondisi manusia. Tujuan langsung dari pidato dapat bervariasi sesuai dengan
adegan atau agen, tetapi Burke yakin bahwa motivasi utama dari semua retorika
adalah untuk membersihkan diri dari rasa bersalah yang selalu hadir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar